WAENA – ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) selalu diperlakukan bak makhluk menjijikkan bagi masyarakat. Mereka yang mengidap virus HIV kebanyakan diasingkan oleh masyarakat. Tidak jauh berbeda dengan sahabat-sahabat kita para ODHA yang tinggal di Rumah Surya Kasih, berlokasi di komples SMA Teruna Bakti. Rumah itu menjadi tempat mereka berteduh. Mereka diasingkan oleh masyarakat sekitar. Sesungguhnya yang mereka butuhkan adalah uluran tangan serta dukungan semangat dari kita agar mereka dapat bertahan hidup bukan cacian atau sikap diskriminasi.
Komunitas pelajar peduli AIDS di SMA YPPK Teruna Bakti atau yang lebih dikenal dengan ADCC (AIDS and DRUGS Community Care) mendapat undangan untuk menghadiri HUT Rumah Surya Kasih yang ke 3 pada Kamis (19/8), dimana tempat itu merupakan rumah bagi para ODHA yang ditelantarkan atau diasingkan. Rumah singgah Surya kasih memiliki staf pelaksana harian yaitu Br. Agus Adil OFM dan Sr. Yuli.
Pukul 15.00 WIT tim ADCC telah berada di rumah Surya Kasih dan terasa suasana yang begitu bersahabat di sana. Tidak begitu besar. Hanya sebuah rumah sederhana bercat warna krem dan orange.
Ibadah syukur oleh berbagai agama menjadi pembuka dalam acara ini. Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan Katholik secara bergantian melakukan ibadah yang masing-masing dipimpin oleh pemimpin agama mereka. 150 menit lamanya ibadah syukur ini dilaksanakan. Setelah itu, acara pemotongan tumpeng oleh masing-masing perwakilan agama dan pengurus rumah Surya Kasih untuk meresmikan 3 tahunnya rumah ini berdiri. Lagu “Damai Bersama-Mu” ciptaan alm. Chrisye menjadi lagu pilihan bagi tim ADCC untuk dinyanyikan, serta dua buah pusisi yang dibawakan oleh Agustien Sanggenafa (Ketua ADCC) dan Dewi Mudamaking (Bendahara ADCC) yang diiringi oleh alunan musik biola oleh Lioni Sutanto (Sekretaris ADCC).
Acara berlangsung dengan sangat sederhana. Terlihat keadaan rumah yang penuh kasih membuat para ODHA kembali tersenyum. Mereka tidak diperlakukan secara diskriminasi oleh para tamu undangan. Mereka diperlakukan layaknya orang normal yang tidak terinfeksi virus HIV.
Profil Rumah Surya Kasih
Visi : “Kamu semua adalah saudara” (Mat 23 : 8, AngTBul 22:33)
Misi :
- Menerima orang dengan HIV-AIDS (ODHA) sebagai sesama saudara yang semartabat, secitra dengan Allah;
- Melayani, memperhatikan serta merawat ODHA dengan penuh kasih;
- Mengembalikan rasa harga diri para ODHA yang telah hilang dengan menjadikan mereka sebagai teman, sahabat dalam berbagi suka dan duka.
Sejarah singkat Rumah Surya Kasih :
Pada tahun 2004, Br. Agus Adil OFM berjumpa dnegan seorang penderita HIV-AIDS yang ditelantarkan oelh keluarga dan anaknya. Muncul ide agar dibuat rumah tempat para ODHA berteduh. Ide itu disampaikan kepada pimpinan OFM untuk dibahas. Tahun 2007 ide itu baru terwujud. Dibangunlah sebuah rumah kesil dekat Rs. Dian Harapan dengan kapasitas hanya dua kamar. Pada tanggal 5 September 2007 rumah ini diresmikan. Dalam perjalanan waktu, ternyata rumah itu tidak bisa lagi menampung ODHA yang kian hari makin bertambah banyak. Maka diabgunlah sebuah rumah yang lebih besar yang terletak di belakang Sekolah Tinggi Pastoral Katolik Waena. Pada tanggal 19 September 2009 rumah baru ini diresmikan dengan nama : Rumah Surya Kasih, dihadiri oleh Wakil Walikota Madya yang sekaligus menjabat Ketua KPA Kotamadya Jayapura, Bapak Soejarwo, BA. Mulai saat inilah karya pelayanan ini dikenal oleh masyarakat luas. Kami menetapkan tanggal 19 Agustus sebagai HUT dari rumah ini.
Arti nama Surya Kasih
Terinspirasi oleh teks Matius 5: 45 “ Karena dengan demikianlahkamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik dan menurunkan hujan bagi orang benar dan orang yang tidak benar”. Kasih Allah itu bagai matahari yang memancarkan sinarnya kepada semua, tanpa membeda-bedakan. Kasih seperti itulah yang mau dihayati dalam Rumah Surya Kasih.
Alamat : Jl. Espege Kompleks SMA Teruna Bakti Waena – Papua
HP : 0813 443 699 66 (Br. Agus OFM)
Email : gabyofm@gmail.com
Rekening : Bank Mandiri, No 154-000-510994-1
a/n : Br. Agus Adil OFM
Kapasitas bangunan :
- Kamar pasien : 4 ruang, masing-masing 3 tempat tidur
- Kantor : 1 ruang
- Kamar perawat : 2 ruang
- Ruang Doa : 1 ruang
- Ruang makan : 1 ruang
- Ruang cuci : 1 ruang
- Kamar mandi : 6 ruang
Pemilik dan pengelola :
Ordo Fratrum Minorum (OFM) yaitu para Biarawan Fransiskan yang berkarya di Papua.
Pasien : datang dari berbagai latarbelakang yang beraneka ragam seperti : suku, agama, status sosial, pendidikan, pekerjaan, dsb
Proses penerimaan pasien : Pasien diterima setelah pihak rumah sakit memastikan bahwa dia mengidap virus HIV-AIDS dan dirujuk ke Rumah Surya Kasih untuk perawatan lebih lanjut, atau seseorang yang tak punya keluarga atau ditelantarkan oleh keluarganya.
“Tidak baik apabila kita mengucil, mencibir, atau mendiskriminasi para ODHA. Mereka juga manusia yang memiliki perasaan dan butuh kasih sayang dari orang-orang disekitarnya. Mereka tak pantas diperlakukan seperti sampah, karena mereka juga ciptaan Allah dan secitra denga Allah”
Filed under: Kegiatan Sekolah, Liputan OSIS









Syalom,
Saya mau tanya, berapa biaya atau tarif jika pasien ditampung di Rumah Surya Kasih…apakh menerima pasien dari luar pulau papua, seperti jakarta.
◦†нªηк’ڪ◦.
Yang terhormat saudaraku Mimi,
saya secara pribadi tidak mengetahui berapa biaya bagi pasien yang ditampung di RSK, dan apakah juga menampung pasien dari luar daerah seperti Jakarta. Namun yang saya pernah lihat sendiri pernah ada beberapa pasien yang berasal dari kabupaten-kabupaten di prop Papua yang juga ditampung di sana.
Untuk lebih jelasnya, saudaraku dapat menghubungi Bruder Agus melalui nomor yang tertera di atas.
Terima kasih…