HIV-AIDS

Materi diskusi bulan Maret 2009 adalah :

Penyebaran HIV AIDS di tanah Papua.

Stop HIV-AIDS

Stop HIV-AIDS

Penyebaran HIV-AIDS di Papua saat ini dapat kita ibaratkan sebagai sebuah roket yang meluncur meninggalkan asmosphere bumi. Ia meluncur dengan cepatnya, bahkan dapat mencapai kecepatan 8x kecepatan suara. Sampai pada tahun 2008 bahwa lebih dari 11.000 penduduk Papua telah terjangkit HIV-AIDS. Fakta yang sangat mengenaskan adalah jumlah penderita usia pelajar di propinsi Papua adalah yang tertinggi di Indonesia. Selain itu pola penyebaran virus ini di Papua lebih banyak disebabkan oleh karena perilaku sex bebas. Sebagai warga Papua, apa yang dapat Anda lakukan? Haruskan para penderita itu kita jauhi? Tahukan Anda bahwa terdapat sebuah rumah singgah bagi mereka para penderita HIV-AIDS ada disekitar sekolahmu?

Data dan Fakta Desember 2008

2 Tanggapan

  1. Sebagai salah satu warga di Papua, menurut saya yang dapat saya lakukan hanya memberikan penjelasan kepada mereka baik yang sudah mengidap HIV-AIDS atau yang belum mengidap mengenai bahayanya HIV-AIDS. Sejauh yang saya tahu, sejak beberapa tahun lalu sudah ada penyuluhan-penyuluhan tentang HIV-AIDS, tapi masih saja banyak korban yang berjatuhan (meteor kaleee….). Semua itu tergantung dari cara berpikir mereka. Ada orang yang walaupun sudah mengikuti penyuluhan tapi masih saja melakukan sex bebas. Tidak tahu dimana akal sehat mereka. Menyadarkan orang tentang bahaya HIV-AIDS itu susah-susah gampang, di dunia ini pasti banyak sekali cobaan. Syukur-syukur mereka bisa memahami dan menahan nafsu mereka. Nah, bagaimana dengan orang yang sudah mengikuti penyuluhan tapi masih saja coba-coba? Ini resiko mereka, siapa suruh coba-coba. Udah ikut penyuluhan kok mau coba-coba.

    Haruskah para penderita itu kita jauhi?
    Tidak! mereka jangan dijauhi tapi kita dukung mereka, beri semangat untuk bertahan hidup, lalu coba arahkan mereka ke jalan yang benar (jalan Tuhan). Kalau mereka kita jauhi pasti mereka akan putus asa. Coba Anda tempatkan posisi Anda di mereka. Anda sedang sakit, tidak ada yang memberi dukungan tapi malah dijauhi. Pasti hati Anda sakit bukan?
    “Tapi saya takut nanti ketularan…!!”
    Hei…! Menolong orang itu tdak ada ruginya. Anda akan sangat dihargai jika mau menolong orang dengan ikhlas. Penghargaan itu akan diberikan sama yang di atas (Tuhan YME). Jika Anda ingin ditolong oleh orang, maka belajar dulu lah untuk menolong orang.
    Terkadang obat yang paling mujarab untuk kesembuhan orang adalah kasih sayang. Jika Anda memberi perhatian pada penderita HIV-AIDS, dalam lubuk hati mereka ada semangat yang kuat untuk bertahan hidup (walaupun pada akhirnya meninggal).
    Janganlah Anda takut untuk ketularan, HIV-AIDS tidak akan tertular jika Anda hanya berkomunikasi dengan si penderita.

    Mengenai rumah singgah bagi para penderita, saya belum menemukan adanya rumah singgah khusus para penderita HIV-AIDS di lingkungan sekolah saya.

    Penanggulangan yang tepat selain penyuluhan adalah peran keluarga. Jumlah terbesar penderita HIV-AIDS adalah para pelajar. Untuk itu, keluargalah yang paling berperan dalam memberi nasihat-nasihat kepada si anak supaya tidak terjerumus ke dalam jurang HIV-AIDS. Seorang anak tumbuh berkembang karena bimbingan dari keluarga (sosialisasi primer). Jadi, untuk mengurangi jumlah penderita menurut saya para orang tua lah paling berperan dalam membimbing si anak. Apabila si anak berhasil di bimbing oleh orang tuanya, maka jumlah penerita HIV-AIDS akan berkurang.

  2. Pengetahuan:
    Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV;[1] atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

    Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

    HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.[2][3] Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

    Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS, umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. Terkadang hukuman sosial tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas kesehatan atau sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).

    Menurut saya :
    Sebagai warga Papua, saya sangat turut perihatin dengan virus HIV/AIDS yang sekarang meraja lela… kalau menurut saya penyakit ini merupakan suatu virus yang tidak akan pernah bisa hilang karena sampai sekarang pun belum ada obat yang ditmukan untuk meyembuhkan penyakit ini secara total…

    Semakin kita mengenal tentang penyakit ini, dengan adanya penyuluhan2 yang diberikan kenapa semakin banyak orang yang terinfeksi virus HIV/AIDS? hal ini dikarenakan dari perilaku/cara hidup kita. virus ini tidak akan berkurang kalau penyakit perilaku, seperti perilaku sex bebas dlsb.
    kalau dengan penyuluhan yang diberikan saja tidak cukup, tapi juga sangat dibutuhkan peranan dari keluarga dan orang2 terdekat yang membuat kita lebih paham tentang bahaya HIV/AIDS

    kalau kita sudah tahu dan paham tentang virus ini maka, kita dapat mengambil suatu tindkan yang benar. tentang bagaimana cara penularannya, tentang virus itu sendiri, cara berhadapan dengan orang yang tertular HIV/AIDS dll.
    kalau kita sudah mengenal dan tahu, kita tidak perlu takut untuk berdekatan dengan mereke sehingga orang2 yang terkena virus ini tidak perlu kita jauhi dan merasa terasingkan oleh sesamanya sendiri.

    Dengan mengetahuinya secara pasti bahwa disekitar kita ada orang yang terjangkit virus HIV/AIDS, sebagai seorang yang mengimani Yesus seharusnya kita bukan ikut untuk menjauhinya tetapi membantu mereka dalam sisa2 hidupnya, sehingga mereka tidak merasa hidup sia-sia dengan penyakit yang mereka deritai. seharusnya kita berada bersama mereka untuk memberikan semangat hidup dan mau bertahan, sehingga mereka tidak merasa terpuruk & putus asa. sehingga, mereka pun dapat membantu sebagai suatu pembelajaran untuk kita agar lebih tahu dan memahaminya…

    “Ayo… teman2 kita berperilaku hidup sehat dan sesuai dengan norma2 yang berlaku di masyarakat…
    kalau sudah terlanjur terjadi kita akan merugikan orang lain dan diri kita sendiri… Tuhan memberikan tubuh yang sehat bukan untuk dirusak, tapi untuk dijaga…. hidup hanya sekali, matipun sekali jadi jangan disia2ka….
    so…. say no to freesex…. drug…. and bad habit…. oce2..??”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.